Tujuan umat Buddha Bukan Surga
Sahabat Wulan Bahagia, apa tujuan kita beragama Buddha? Masuk surga kah?
Kalau hanya untuk masuk surga, sepertinya kita salah alamat. Karena tidak ada sutta Buddha menjanjikan menjadi Buddhis kita auto masuk surga. Namun moralitas yang baiklah yang bisa mengantarkan kita ke surga.
Dengan kata lain, kalau hanya masuk surga anda tak usah beragama Buddha, menjadi agnostik atau atheis pun anda bisa masuk surga, asal memiliki moralitas yang baik. Surga bukan tujuan tertinggi umat Buddha.
Di Buddhis yang ditekankan adalah menjalankan sila, memiliki budi dan karakter baik. Itulah tiket ke surga.
Tidak cukup dengan iman atau keyakinan, semisal dengan percaya saya sudah punya tiket ke surga. Kalau pun ada yang harus kita imani, itu adalah hukum sebab akibat atau karma, bahwa berbuat baik buahnya adalah karma baik, berbuat jahat buahnya adalah karma buruk.
Jadi yang bisa mengantar ke surga adalah perbuatan baik atau karma baik, apapun agama anda, bukan iman!
Tapi sayang sekali, tujuan umat Buddha bukanlah surga. Berbeda dengan keyakinan sebelah, yang percaya hidup cuma sekali, setelah mati surga atau neraka selamanya, surga bagi yg percaya, neraka bagi yg tidak percaya atau di luar keyakinan mereka.
Mau sebaik apa pun orang, jika tidak memiliki ‘perahu’ agama yang sama dengan mereka pasti ke neraka. Mau sejahat apa pun orang, bila memiliki ‘perahu’ keyakinan yang sama dengan mereka pasti ke surga.
‘Cacat pikir’ Itu tak berlaku di agama Buddha, mencederai nilai-nilai keadilan dan kesetaraan.
Karena hukum kosmis netral tak bisa ‘disogok’, tak memiliki keberpihakan.
Perbuatan baik apapun agama pembuatnya nilainya adalah baik. Perbuatan buruk yang dilakukan apapun agama pelakunya nilainya adalah buruk. Baik buruk seseorang ditentukan perbuatannya, bukan agamanya! Masuk surga atau neraka ditentukan perbuatan, bukan agamamu apa?
Dalam agama Buddha, surga dan neraka masih berkondisi alias tidak abadi. Karenanya misi kita bukan ke surga.
Tujuan umat buddha
Kalau bukan ke surga, lalu apa tujuan umat Buddha?
Tujuan umat Buddha adalah mencapai kesucian. Minimal sotapanna, kesucian tingkat pertama yang bisa dicapai oleh umat berumahtangga, dalam kehidupan ini juga, bila bisa detik ini juga, ” in this very moment” kata Sayadaw U Panditarama.
Bonus dari menjadi sotapanna kita tak akan terlahir di empat alam rendah: alam neraka, alam binatang, alam hantu kelaparan dan alam asura. Hanya dalam maksimal 7 kelahiran lagi, kita akan mencapai pembebasan sejati, arahanta.
Jadi tujuan umat Buddha adalah kesucian, bukan surga yang masih berkondisi. Bagaimana mencapainya?
Cara mencapai kesucian
1. Dana
Milikilah kesempurnaan dalam dana atau melepas.
Berdana mengajarkan kita tidak melekat. Uang bermanfaat kalau digunakan. Kalau tak digunakan hanya ibarat tumpukan sampah yang mati tidak kita bawa.
Uang juga bisa menjadi jebakan kita terlahir jadi anjing atau hantu penjaga harta tersebut di kehidupan berikutnya.
Berdana adalah metode melepas ikatan batin. Berupa kenangan, kepahitan, kesedihan maupun dendam.
Untuk mencapai tahap suci, semua sampah harus “difang-sen” dengan bahagia. Berdana harus membuat kita bahagia.
Sempurna dalam sila.
Umat berumahtangga menjalankan 5 sila. Tidak membunuh. Tidak berbohong. Tidak mencuri. Tidak mabuk. Tidak menggunakan 6 indra secara salah. Di masa lalu sering diterjemahkan tidak melakukan perbuatan asusila.
Terjemahan yang pas adalah tidak menggunakan indera2 kita secara salah.
Mulut untuk berbicara kebaikan, bukan gosip. Pikiran dan 4 indera lain dijaga baik tidak dibiarkan berkelana merencanakan kejahatan. Memiliki kesempurnaan sila jamin anda masuk surga, bahkan tak harus beragama. Tapi misi kita kesucian, bukan surga!
Samadi
Branding agama Buddha adalah meditasi. Lihatlah rupang Buddha, mau dalam posisi apapun, baik duduk, berdiri, berjalan atau berbaring, mau dari negara manapun, selalu dalam kondisi meditatif.
Artinya saripatinya ajaran Buddha itu meditasi. Useless, tidak berguna dan sia-sia bila dalam kehidupan ini, sudah berjodoh dengan Dharma tapi anda tidak berlatih dan mempraktekkan hidup meditatif.
Buddhism' itu agama praktek, bukan agama upacara, bukan agama iman. Hanya dengan prakteklah anda bisa merealisasikan kesucian di kehidupan ini juga, bukan dengan teori dan hafalan.
Panna
Dengan fondasi dana, sila sebagai bahan bakar meditasi mencapai batin meditatif, semoga kita memasuki arus, bergabung dengan para sotapanna menutup habis kelahiran di 4 alam rendah. Itulah misi kita beragama Buddha, bukan masuk surga!
“Tidak ada kenikmatan dunia atau surga yang dapat memuaskan.
Seorang mulia mengakhiri keinginan dan mencapai pembebasan.”
Dhammapada 186–187