Pria yang 'Lupa' untuk Mati

Sahabat Wulan Bahagia, di pulau Ikaria, Yunani, orang-orang memiliki usia hidup hingga 100 tahun, dan penyakit seperti kanker paru-paru menghilang secara misterius, apa rahasianya?


Pada tahun 1976, Stamatis Moraitis di Boynton Beach, Florida, Amerika merasa sesak napas. Menaiki tangga menjadi pekerjaan berat baginya.

Setelah memeriksa hasil rontgennya, dokter menyimpulkan bahwa Moraitis menderita kanker paru-paru stadium akhir. Dokter memperkirakan pria 60 tahun tersebut hanya akan hidup sekitar sembilan bulan lagi. 


Tak percaya begitu saja, Ia mendatangi sembilan dokter berbeda mencari pendapat kedua, namun semuanya memberikan vonis sama.


Karena biaya pemakaman di Amerika yang mahal, Ia dan istrimya Elpiniki memutuskan 'menunggu' kematian di kampung halamannya, sebuah pulau kecil di Yunani bernama Ikaria. 


Setibanya di sana, ia menjalani hari-hari dengan santai—tidur sepuasnya. Bernostalgia dan ngobrol dengan teman masa kecil yang berdatangan. Menaiki bukit dengan tertatih-tatih ke kapel Yunani. Menikmati minuman teh dan anggur lokal, mengikuti ritme hidup penduduk setempat yang serba santai. Bahkan ia mulai menanam sayur dan anggur tanpa berharap memetiknya, "Lebih baik aku mati dengan bahagia," pikirnya.


Enam bulan berlalu. Dia tidak meninggal. Ia mulai menyesuaikan diri dengan rutinitas di pulau itu, bangun tidur sesuka hatinya, bekerja di kebun anggur hingga tengah hari, menyiapkan makan siang, lalu tidur siang panjang. Di malam hari, ia sering berjalan kaki ke kedai lokal, tempat ia bermain domino sambil minum anggur.


Seiring waktu, Ia mulai menyadari sesuatu yang aneh. Ia tak lagi merasakan sesak napas, sebaliknya kondisi tubuh membaik. Sembilan bulan berlalu, alih-alih meninggal, ia merasa lebih sehat dari sebelumnya. Ia bahkan mengembangkan kebun anggurnya hingga menghasilkan 400 galon anggur per tahun.


 Belakangan diketahui, Ikaria terkenal memiliki banyak keunikan: pola makan warganya kaya akan buah dan sayuran lokal, gaya hidup tenang, serta udara yang sangat bersih. Tak heran jika banyak penduduk pulau ini mampu hidup hingga usia 100 tahun.


Dr. Leriadis salah satu dari sedikit dokter di Ikaria berbicara tentang "teh gunung" lokal, herba kering endemik pulau itu, yang dinikmati sebagai koktail di penghujung hari. Marjoram liar, sage (sejenis teh mint), rosemary, dan minuman rebusan daun dandelion ditambah sedikit lemon. Teh-teh ini berfungsi sebagai pengobatan tradisional Yunani. Mint liar melawan radang gusi dan gangguan pencernaan; rosemary digunakan untuk mengobati asam urat; artemisia dipercaya dapat meningkatkan sirkulasi darah.

Ioanna Chinou, profesor di Fakultas Farmasi Universitas Athena dan salah satu pakar terkemuka Eropa tentang sifat bioaktif herbal, menguji herbal yang paling umum digunakan di Ikaria, menemukan bahwa herbal tersebut menunjukkan sifat antioksidan yang kuat. Sebagian besar juga mengandung diuretik ringan, yang biasa digunakan dokter mengobati hipertensi. Mungkin dengan minum teh, penduduk Ikaria telah menurunkan tekanan darah secara perlahan sepanjang hidup mereka.

Penelitian yang dilakukan Antonia Trichopoulou dari Fakultas Kedokteran Universitas Athena, tentang diet lansia Mediterania memperkirakan bahwa diet Ikaria, dibandingkan dengan diet standar Amerika, dapat meningkatkan harapan hidup hingga empat tahun. 

Asupan rendah lemak jenuh dari daging dan produk susu dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah; minyak zaitun mengurangi kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. Susu kambing mengandung triptofan yang meningkatkan serotonin dan mudah dicerna oleh orang lanjut usia. 

Beberapa sayuran liar di Ikaria memiliki antioksidan sepuluh kali lebih banyak daripada anggur merah. Anggur—dalam jumlah sedang—mendorong tubuh untuk menyerap lebih banyak flavonoid, sejenis antioksidan. Roti sourdough lokal dapat mengurangi beban glikemik suatu makanan. Bahkan dapat dikatakan bahwa kentang memberikan kalium, vitamin B6, dan serat yang baik untuk kesehatan jantung. Dan karena penduduk pulau mengonsumsi sayuran dari kebun mereka, mereka mengonsumsi lebih sedikit pestisida dan lebih banyak nutrisi.

Selain itu, sebuah makalah tahun 2008 oleh Fakultas Kedokteran Universitas Athena dan Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard menemukan bahwa tidur siang setidaknya tiga hari seminggu dikaitkan dengan pengurangan risiko penyakit jantung koroner sebesar 37 persen. 

Tahun 2012 Moraitis menduda hidup sendirian, karena istrinya Elpiniki lebih dahulu meninggal. Saat ditanya: Apa rahasia ia pulih dari kanker paru-paru?

“Itu hilang begitu saja,” katanya. “Saya bahkan saat berusia 90 tahun kembali ke Amerika, yakni sekitar 25 tahun setelah pindah ke Ikaria, untuk melihat apakah dokter bisa menjelaskan mengapa kankerku bisa hilang, dan aku belum mati?

Sayangnya, semua dokter yang dulu memvonis umur saya tinggal 6 bulan, ternyata telah meninggal dunia. "

Moraitis meninggal di rumahnya pada tanggal 3 Februari 2013, pada usia 98 tahun (menurut catatan resmi). Menurut pengakuannya sendiri, usianya adalah 102 tahun--jauh melampaui perkiraan hidup yang pernah diberikan dokter Amerika kepadanya.

Next
Next

Kesehatan Alami dengan Jamu (Tanaman Herbal)