10 Cara 'Menolak' Tua


Sahabat Wulan Bahagia, seperti mentari jelang senja, fungsi tubuh menurun ketika memasuki usia lanjut. Umumnya penuaan berawal dari munculnya keriput, diikuti kekebalan tubuh melemah, sehingga lebih lebih rentan terkena penyakit.

Meski tak bisa dihentikan, penuaan bisa diperlambat dan tubuh masih tetap dijaga kesehatannya. Karenanya, penyesuaian gaya hidup diperlukan agar kesehatan lansia di rumah tetap terjaga, sekaligus mencegah berbagai penyakit serius, termasuk diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.

1. Tetap aktif
Aktif bergerak dan rutin berolahraga tidak hanya menjaga kesehatan lansia, tapi juga menambah usia harapan hidup. Tubuh yang aktif akan meningkatkan kekebalan tubuh. Meningkatkan produksi hormon endorfin, yang bisa mengurangi stres. Menjaga berat badan tetap normal. Meningkatkan kekuatan tulang. Idealnya 30 menit dalam sehari, lima hari dalam seminggu.

Pilihan olahraga untuk lansia di antaranya berenang, menari, jalan cepat, bersepeda, naik-turun tangga, squat, latihan keseimbangan, tai chi, yoga, dan peregangan.

Selain olahraga, lansia tetap bisa aktif bergerak dengan melakukan kegiatan lain, misal berkebun, bermain bersama cucu, atau membuat kerajinan tangan.

2. Berat badan ideal
Orang dengan berat badan berlebih biasanya memiliki risiko lebih besar terhadap penyakit diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, beberapa jenis kanker, gangguan tidur, hingga osteoarthritis.

Namun, berat badan rendah pada lansia juga kurang baik. Memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi ketimbang lansia yang obesitas atau memiliki berat badan normal.

Pola makan dan menu makanan lansia untuk menjaga berat badan berada pada angka normal, tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus.

Anda bisa mendiskusikannya dengan dokter untuk mencari tahu pada angka berapa berat ideal tubuh anda.

Selain itu, konsultasikan bagaimana cara yang tepat untuk mengatur pola makan dan aktivitas yang dapat membantu menurunkan atau meningkatkan berat badan lansia.

3. Makanan sehat
Pola hidup sehat lansia berikutnya adalah membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat untuk menjaga kesehatan, meningkatkan energi, hingga mencegah penyakit lansia.

Pola makan yang sehat untuk lansia adalah rendah asupan lemak jenuh dan tinggi asupan buah, sayuran, ikan yang kaya akan asam lemak omega-3, gandum, dan produk susu rendah lemak.

Tak hanya itu, untuk menjaga kesehatan, lansia perlu banyak minum air demi menghindari dehidrasi.

Selain air mineral, mengonsumsi teh, kopi, dan jus buah masih diperbolehkan selama tidak terlalu banyak mengandung gula. Sebaiknya hindari minuman yang terlalu dingin dan manis.

4. Istirahat yang cukup
Banyak lansia yang mengalami gangguan tidur, seperti insomnia, mengantuk di siang hari, dan sering terbangun tengah malam.

Guna mengatasinya, lakukan kebiasaan tidur yang sehat, Ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Matikan televisi dan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur.

  • Hindari cahaya lampu terlalu terang, gunakan lampu tidur watt rendah.

  • Pastikan kamar memiliki suhu ruangan rendah, tenang, dan gelap.

  • Hindari berkegiatan di kamar, khususnya di tempat tidur, seperti bekerja, menonton televisi, menggunakan laptop dan smartphone. Gunakan hanya untuk tidur agar otak langsung mengirimkan sinyal untuk tidur saat berada di atas tempat tidur.

  • ‌Hindari memasang jam dinding atau jam meja dalam kamar, karena cahaya dan suaranya bisa meningkatkan kecemasan dan membuat lansia sulit tidur.

5. Membina hubungan baik
Seiring bertambahnya usia, salah satu tantangan adalah menjaga hubungan dengan orang lain, khususnya teman sebaya.

Jadi, cobalah ajak bersosialisasi dengan banyak orang, misalnya anggota keluarga, tetangga, atau ikuti berbagai komunitas yang sesuai dengan minat dan bakatnya agar bisa berkenalan dengan orang-orang baru.

Memperbanyak kenalan dan menjalin hubungan baik bisa membantu lansia tidak merasa kesepian, mengalami gangguan mental, atau berbagai kesulitan lain yang mungkin terjadi seiring pertambahan usia.

6. Menjaga ingatan
Tidak hanya tubuh, otak lansia juga perlu latihan agar tetap aktif.

Tujuannya untuk menjaga kesehatan otak dan ingatan lansia tetap kuat serta mencegah penurunan kemampuan kognitif dan gangguan ingatan pada lansia.

Hal ini khususnya penting bagi lansia yang merasa pekerjaannya tak lagi memberikan tantangan, atau pada mereka yang sudah pensiun.

Ada banyak permainan melatih otak, termasuk dalam meningkatkan  ketajaman ingatan dan kemampuan berpikir, misalnya puzzle atau teka-teki silang.

Kita juga bisa melatih ingatan agar tetap kuat dengan mengambil rute berbeda saat jalan-jalan pagi, hingga menggosok gigi menggunakan tangan berbeda.

7. Cek kesehatan rutin
Pertambahan usia ternyata meningkatkan risiko mengalami berbagai penyakit akibat sistem imun yang kian melemah.

Oleh sebab itu, kita perlu pemeriksaan rutin ke dokter.

Jika muncul gejala tertentu, kita dan keluarga bisa segera melakukan pemeriksaan lanjut atau mengambil tindakan.

Selama melakukan pengobatan, sebaiknya catat perkembangan kesehatan. Selain itu, rutin untuk minum obat sesuai dengan anjuran dan resep dari dokter.

8. Hidup bahagia
Menurut HelpGuide, salah satu resep hidup sehat adalah menjalani hidup dengan bahagia.

Oleh karena itu, hidup bahagia dan penuh syukur dapat membuat menjaga pikiran dan hati tetap tenang.

Dengan begitu, kita tak mudah sedih, stres, dan tertekan, sehingga kesehatan baik fisik maupun mentalnya tetap terjaga.

9. Minum suplemen
Minum suplemen bisa membantu kita tetap sehat, tapi paling baik jika diikuti gaya hidup sehat seperti makanan bergizi dan olahraga ringan.

Dua suplemen yang sering dianjurkan untuk lansia adalah omega-3 dan vitamin D.

Omega-3 bisa menjaga daya ingat dan mengurangi risiko lansia jatuh, sedangkan vitamin D menjaga tulang dan otot tetap kuat.

Tubuh dari lansia yang rutin minum omega-3 dan vitamin D sambil olahraga tiga kali seminggu umumnya menua lebih lambat dibandingkan dengan yang tidak.

10. No rokok dan alkohol
Menghindari rokok dan alkohol sangat penting untuk kesehatan. Rokok bisa merusak paru-paru, jantung, dan otak.

Lansia yang berhenti merokok bisa hidup lebih lama dan punya risiko lebih kecil terkena penyakit jantung, kanker, dan demensia (pikun).
Bahkan dalam waktu beberapa minggu setelah berhenti, tubuh sudah membaik karena peredaran darah lebih lancar dan napas lebih lega.

Lansia yang minum alkohol, biar sedikit, tetap berisiko mengalami kerusakan otak, demensia, dan penyakit hati.

Tak ada jumlah alkohol yang benar-benar aman bagi lansia, apalagi jika punya penyakit kronis.

Menerapkan pola hidup sehat sangat penting bagi lansia agar tetap fit dan bugar, sehingga bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan nyaman.

Previous
Previous

Kesabaran: Perhiasan Mulia di Usia Senja

Next
Next

Bianhong (辨 弘), Jejak Bhiksu Jawa dalam Tantra Tiongkok dan Shingong Jepang.