Bicara! Rahasia Menaklukkan Pembunuh Lansia
Sahabat Wulan Bahagia, pembunuh terbesar di atas 60 tahun bukan hanya penyakit lansia yang umum ketahui seperti Hipertensi, Gula, Kolesterol . Tapi, ada 4 lagi, yakni:
1. Depresi
2. Autisme
3. Demensia/Pikun
4. Hilang Ingatan/Amnesia
Bagaimana Mencegahnya?
1. Berbicara! Berbicara, ngobrol, dapat mencegah depresi pada lansia.
2. Bercerita dapat menghindarkan autisme pada lansia.
3. Bercanda menjadi sosok humoris dapat mencegah demensia/pikun pada lansia.
4. Bicara apa saja, yang penting berbicara, dapat menghilangkan kepenatan pada lansia.
Strategi Melawan Empat Pembunuh Lansia:
Cukup _berkumpul_ dengan beberapa sahabat, lalu _ngobrol ngalor ngidul_ tentang apa saja dari utara ke selatan, timur ke barat, langit dan bumi. Setelah itu, amazing, semuanya akan sembuh! _InSyaa Buddha, Amitofo, sancai sancai sancai.
Resep dari Dokter Universitas Taiwan:
Mengapa Lansia Harus Banyak Bicara?
Direktur Rumah Sakit 301 memberitahu saya, semakin tua harus makin banyak bicara, karena saat ini belum ada cara mencegah pikun, banyak bicara mungkin satu-satunya cara.
Lansia banyak bicara memiliki tiga manfaat besar:
Pertama, karena berbicara mengaktifkan otak, menjaga ketajaman pikiran. Bahasa dan pemikiran saling terhubung, terlebih berbicara cepat secara alami melatih kecepatan reaksi berpikir sekaligus meningkatkan daya ingat.
Seorang lansia yang tidak suka bicara, kemungkinannya sangat besar terkena demensia. Jadi beberapa orang yang sudah pensiun, karena tidak banyak bicara, justru mudah pikun.
Kedua, berbicara dapat melepaskan banyak keinginan psikologis, mengeluarkan penyakit mental, mengurangi stres. Sering dikatakan, ada kata tapi tidak diungkapkan, dipendam dalam hati, bisa membuat sakit — itulah alasannya. Jadi membiarkan orang tua banyak bicara adalah hal baik.
Ketiga, berbicara dapat melatih dan mengaktifkan otot wajah, sekaligus melatih organ tenggorokan bahkan kapasitas paru-paru. Dengan demikian dapat mengurangi penurunan fungsi mata dan telinga, meringankan rabun jauh, tuli, dan masalah lainnya.
Kesimpulannya, semakin tua, usahakan banyak bicara. Mampu bersosialisasi dan banyak berbicara dengan orang lain, adalah satu-satunya cara saat ini untuk mencegah demensia/pikun. Karena demensia adalah penyakit paling menakutkan bagi lansia saat ini, dan belum ada metode pengobatannya.
Tak hanya kehilangan semua memori, tanpa pemikiran apa pun, bahkan tak mengenali keluarga, menjadi beban orang lain, seperti orang hidup yang mati.
Semoga perkembangan medis dapat mengatasi masalah ini.
Jadi, Sahabat Wulan Bahagia, usahakan banyak bicara. Sampaikan kepada anak_anak, jangan mengeluh dengan orang tua banyak bicara, karena itu jurus Menaklukkan 4 pembunuh lansia!